Jumat, 11 Januari 2008

Kangen ama nasehat** Ust. Shobirin

Memang manusia itu diberi hati yang mudah sekali berubah. Konon, itulah sebabnya diberi nama QOLBU. Mudah berbolak-balik. Tahun baru yang lalu aku terlalu nyaman berada di zona nyamanku saat ini. Untuk browsing apa lagi yang akan aku inginkan saja tidak connect. Pada dua hari ini keadaan berbalik. Aku menjadi orang yang aneh, merasa sumpek tapi tidak tahu apa yang di sumpek kan. Zona nyamanku terusik. Tepat pada pergantian tahun Hijriyah ini. Tahun 1428 H menuju 1429 H.

Bukan karena provokasi dari teman-teman atau karena yang lain. Kenapa saat ini aku malah mempunyai list keinginan yang banyak. Dan itulah yang membuat aku tidak tahu mana yang harus aku pilih. Lagi-lagi menentukan pilihan. Ah, sesuatu yang pasti membuat bingung. Tetapi bukankah hidup ini pasti tidak lepas dari memilih dan memilih?. Seperti konsepnya Wiro Sableng bahwa hidup ini banyak berkaitan dengan angka 2 dan 1. Makanya gurunya, Si Sinto Gendeng itu mewejangnya dengan keygen 212. Hidup ini dipenuhi angka 2. Kalau ada dua pilihan yang datang, Sate atau Soto? maka tegas pilih salah satu. kalaupun hanya ada soto saja, maka pilihannya adalah Soto atau Tidak makan. maka tidak ada kata setengah-setengah, ragu-ragu, cukup baik, seperti yang di tulis dalam option angket/quessioner. Biasanya type ku kalau disuruh mengisi angket seperti itu adalah yang memilih tengah-tengah. kadang ya, kadang tidak. itu adalah zona nyaman. Untuk bahan ngengkel aku punya senjata, katanya dawuhKhoirul umuuri ausaatuha“, maksudnya, sebaik-baik urusan adalah yang “tengah-tengah”. Dasar manusia.

Tetapi, kenapa dalam hal masalah ku ini, aku tidak bisa memilih ausatuha option yang menyesaki pikiranku. Semua ingin kulakukan, dan sangatlah sulit aku membuat prioritasnya. kalau sudah seperti ini yang ada hanya tidur dan leyeh-leyeh. Pemalas.

Ternyata benar, keinginan berbanding lurus dengan perjuangan. semakin tinggi keinginan maka perjuangan semakin keras. Aku baru memikirkan keinginan, kondisiku sudah berubah seperti ini. apalagi nanti ketika aku melangkah mewujudkannya.

Tadi, ba’dal magrib, sempat ngobrol sedikit dengan Gus Huda, Pengasuh Pondok. Sambil menyumangga’aken kopi yang baru aku aduk. ” Maaf Ustadz kalau kopinya kurang manis” aku takut tidak seperti biasanya. Memang setiap habis magrib aku sering membuatkan kopi untuk aku sendiri dan untuk gus Huda. Setelah ngaji, sambil menunggu Isya minum kopi, sambil ngobrol. ” saya takutnya kurang manis, karena sedang kabur konsentrasi saya” curhatku. ” lho, sampeyan sedang tidak enak hati?” tanya Gus Huda. ” ndak tahu Ustadz, sejak 2 hari ini perasaan saya tidak enak, sumpek, tapi tidak tahu apa yang saya sumpekkan” lanjut saya. ” apa sampeyan punya temen perempuan, yang sedang dalam masalah?” Gus huda menelisik. “biasanya kalau seperti ini saya harus pulang ustadz” aku ngelès, tapi pernyataanku itu juga bukan ngawur, melainkan pengalaman dulu waktu masih kuliah juga pernah merasakan hal yang mirip dengan sekarang.”punya temen perempuan tidak?” beliau menegaskan lagi “yang paling dekat” ditekan lagi aku. Aku tidak menyangka kalau beliau arah berpikirnya koq ke situ. dengan agak malu-malu aku jawab “ada Ustadz”. “lha itu barangkali… masalahnya” dengan sedikit tersenyum sambil menyeruput kopi buatanku.

Aku tidak amau ambil resiko. aku tidak ingin di interogasi lebih dalam. dan memang gak ada niat curhat. maka pembicaraanpun kualihkan. Setelah aku diam beberapa waktu. sambil berpikir. aku membuka percakapan “sebenarnya pada momen Hijrah Nabi itu pelajaran yang paling hebat dari situ apa ustad?” memang hari ini tahun baru hijriyah. dan pertanyaan ini sebenarnya juga bukan sekedar pengalihan pembicaraan, tapi aku juga mengharapkan dapat pencerahan dari hikmah hijrah ini. tentu saja juga untuk membantu menemukan inspirasi hikmah untuk menyelesaikan konflik dengan “seorang teman perempuan” yang “paling dekat” tadi. ” intinya, hijrahnya Rasul itu menambah kebaikan bukan menambah kesengsaraan atau kejelekan bagi siapa saja” begitu. Menurut beliau, hijrahnya Rasul membawa kebahagiaan bagi siapa saja. karena yang senang saat itu bukan hanya kaum muhajirin karena mendapat tempat yang aman, tetapi kaum anshar juga merasa dimuliakan. karena kota yatsrib dipercaya oleh Nabi sebagai tempat tujuan hijrahnya.

Maka akupun merefleksi, kira-kira apa yang akan aku hijrahkan dari diriku, sehingga dengan hijrahku itu aku bisa membahagiakan, membawa kebaikan bagi orang lain dan diriku sendiri. bagaimana caranya aku menyelesaikan konflikku dengan “seorang teman perempuan” yang “paling dekat” itu berdasarkan semangat hijrah. berfikir untuk tidak saling menyakiti, tetapi saling menyenangkan. menang tanpo ngasorake filosofi jawanya begitu. berpikir lagi, injeksi lagi. bagaimana caranya?.
ah… aku sudah tahu.(semangat: mode on).

***

SELAMAT TAHUN BARU

1 MUHARRAM 1429 H

Bojonegoro, 1 Muharram 1429

Pondokku sedang UAS

Bojonegoro[AR] Pasca banjir yang melanda kota Bojonegoro, Pada hari Jumat (4 Januari 2008) seluruh santri Ar-Rahmat di wajibkan kembali ke pondok. Hari ini (Senin, 7 Januari 2008) SMP Plus Ar-Rahmat melaksanakan UAS I (Ulangan Akhir Semester). Jadwal yang direncanakan UAS akan berlangsung selama 2 pekan.

” Alhamdulillah seluruh peserta UAS tidak ada yang absen” kata Ustadz Sya’roni, Wakil Kepala SMP Plus Ar-Rahmat.

Pada hari sebelumnya di takutkan banyak siswa yang absen UAS karena sampai hari sabtu malam kemaren belum kembali ke pondok. Ada sebagian dari santri yang rumahnya masih terendam banjir. Tetapi ada juga yang “memanfaatkan” momen banjir sebagai ajang “telat” datang ke pondok.

“Hari pertama mata pelajaran yang diujikan adalah PKn dan Matematika, dan besuk mata pelajaran yang di ujikan adalah Bahasa Indonesia dan IPA” kata Ustadz Wahab sebagai Ketua Pelaksana UAS /I/07-08.

back-from.jpg
SEURIUS. Suasana UAS Tahun ini
editan-ruang-c.jpg
ekspresi.jpg
Ekspresi: Ada yang pusing, tenang, dan tidur!
Selamat Melaksanakan UAS/I/07-08. Semoga hasil terbaik yang dapat diraih oleh kita semua. Amin

Rabu, 09 Januari 2008


Cinta Buta
Saat detak hati tak bisa dipungkiri
Seakan ingin berkata pada dunia
Aku tlah mencinta

Bait syair yang kukirimkanpun
Mengalir tanpa bendung
Seakan ku pujangga cinta
berharap ia luluh
Bagai,
Permata yang rapuh

Bee Movie

Bee Movie
Pengisi suara
Jerry Seinfeld, Renee Zellweger, Kathy Bates, Oprah Winfrey, Matthew Broderick, Chris Rock
Sutradara
Stephen Hickner, Simon J. Smith
Penulis Naskah
Jerry Seinfeld, Andy Robin, Barry Marder
Produser
Jerry Seinfeld, Stephen Spielberg, Christina S.
Studio
Paramount Pictures
Rilis
2 November 2007

Animasi Sempurna, Guyonan Garing
DIWISUDA sebagai sarjana tentu menjadi momen bahagia bagi kebanyakan orang. Begitu pula kebanyakan lebah yang ternyata juga kuliah di negerinya. Tapi, kebahagiaan itu tidak dirasakan Barry B. Benson (Jerry Seinfeld), salah satu lebah muda.

Setelah wisuda, Barry dan lebah sarjana lain diajak berkeliling ke Honex, "pabrik" pengolahan madu. Jika yang lain merasa takjub dan senang mengikuti tur istimewa tersebut, Barry sebaliknya.

Pada saat itu, Barry menyadari bahwa dirinya hanya punya satu pilihan karir, menjadi pengolah madu seumur hidup. Padahal, Barry sangat ingin keluar dari sarangnya. Ia ingin melihat dunia luar yang menurutnya lebih mengasyikkan.

Untuk mencapai impian tersebut, Barry mencoba melamar ke The Pollen Jocks, pasukan elite bangsa lebah yang diperbolehkan untuk keluar dari sarang. Namun, niatnya ditentang keras oleh kedua orang tuanya, Martin Benson (Barry Levinson) dan Janet Benson (Kathy Bates). Martin dan Janet lebih ingin anaknya bekerja di Honex.

Dasar keras kepala, Barry memilih melarikan diri dari sarang. Dunia luar ternyata tak seperti bayangan Barry. Dia mengalami begitu banyak kejadian menyerempet ajal.

Saat itulah, Barry bertemu Vannessa (Renée Zellweger), pemilik toko bunga yang cantik. Menurut aturan bangsa lebah, mereka tidak diizinkan berbicara dengan manusia. Namun, terdorong keinginan balas budi, Barry nekat mengucapkan terima kasih dan mengajak bicara Vannessa yang telah menyelamatkan nyawanya.

Tak lama setelah pertemuannya dengan Vannessa, Barry menemukan fakta mengejutkan. Ia baru tahu, selama ini manusia telah mencuri dan menikmati madu lebah. Karena itu, Barry ingin menuntut manusia. Berhasilkah Barry melakukan misinya? Apakah bangsa lebah bakal mendukung niatnya?

Film komedi animasi besutan Simon J. Smith dan Steve Hickner ini cukup menghibur. Kata "cukup" memang lebih tepat digunakan untuk menggambarkan film ini. Sebab, tidak dapat dimungkiri, banyolan-banyolan yang dicoba diangkat masih jauh dari kata menggigit. Banyak menit-menit yang terasa hambar.

Jerry Seinfeld, komedian ternama Amerika yang menjadi penulis sekaligus pengisi suara Barry, cenderung menampilkan cerita, konflik, serta beberapa lelucon dengan gaya yang terlalu berat untuk dipahami anak-anak. Beberapa banyolannya juga terasa kurang mengena dan kurang tepat sasaran.

Meski demikian, tampilan Bee Movie sangat menawan. Tak perlu heran. Sebab, film ini menggunakan teknologi animasi DreamWorks yang pernah membuat Shrek dan Madagascar meraih banyak pemasukan.

Dalam film ini, Seinfeld mencoba menggambarkan para lebah ke dalam sosok yang hidup di dunia berteknologi tinggi, namun tetap tradisional. "Di satu sisi, lebah-lebah saya gambarkan menggunakan elevator dan menyetir mobil. Di sisi lain, masih banyak hal yang mereka selesaikan secara handmade. Itu ide dasar untuk film ini. Saya butuh waktu cukup panjang sebelum bisa memadukan dua sisi tersebut," kata Seinfeld. (rfa/bs)


bencana silih menerpa

Air melimpah bukan hanya berkah
Melainkan sebuah bencana dan musibah
Mungkin coz alam mulai gerah
Bersama tingkah polah
Manusia ter-serakah